Thursday, January 8, 2015

Fitur Layout Telematika

  • Perkembangan jaringan computer sebagai sarana yang digunakan dalam proses telematika
Dari sebuah proyek pengembangan komputer Model I di laboratorium Bell dan group riset di Harvard University, Amerika, yang dipimpin oleh Prof. H. Aiken, konsep jaringan komputer lahir sekitar Tahun 1940-an. Pada mulanya proyek tersebut hanya ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Dalam rangka meningkatkan efisiensi kerja maka dibuat proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program dapat dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.

Pada Tahun 1950-an, saat jenis computer mulai membesar hingga terciptanya super computer, maka sebuah computer harus melayani beberapa terminal. Untuk itu, ditemukan konsep distribusi proses yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Dengan demikian, bentuk jaringan (network) computer pertama kali diaplikasikan. Selanjutnya, perkembangan jaringan komputer global dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang cara menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. 
Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga dapat saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Pada Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang diciptakan satu tahun sebelumnya untuk ARPANET. Program e-mail ini cukup mudah, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @ juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Pada Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat.

  • Perkembangan teknologi wireless yang meliputi hardware, sistem operasi dan program aplikasi yang digunakan pada perangkat wireless
Perangkat dibawah ini adalah perangkat standard yang digunakan untuk access point. Access Point dapat berupa perangkat access point saja atau dengan dual fungsi sebagai internal router. Bahkan pada model terbaru sudah ditambahkan teknologi Super G dengan kemampuan double transmisi, smart DHCP bagi client network dan hardware standard monitor serta Firewall dan sebagainya.
Alat Access point dapat dipasangkan pada sebuah hub, cable modem atau alat lainnya untuk menghubungkan computer dengan WIFI kedalam sebuah network lain. Alat ini dapat ditambahkan pada notebook dengan pada PCMCIA slot. Model PCMCIA juga tersedia dengan tipe G atau double transmit.



Termasuk perangkat baru dan praktis pada teknologi WIFI. Alat ini mengambil power 5V dari USB port. Untuk kemudahan USB WIFI adapter dengan fleksibel ditempatkan bagi notebook dan PC. Tetapi pada perangkat USB WIFI Adapter memiliki batasan. Sebaiknya mengunakan USB port 2.0 karena kemampuan sistem WIFI mampu mencapai data rate 54Mbps. Bila anda memerlukan kepraktisan, penambahan perangkat Wireless USB adaptor adalah pilihan yang tepat, karena bentuknya yang praktis dan dapat dilepas. Tetapi perlu diingatkan bahwa dengan supply power kecil dari USB port alat juga memilki jangkauan lebih rendah, selain bentuk antenna yang ditanam didalam cover plastik akan menghambat daya pancar dan penerimaan pada jenis perangak ini.

Perangkat ini umumnya diberikan bersama paket mainboard untuk melengkapi perangkat WIFI pada sebuah computer. Sama kemampuannya dengan PCI card wireless network tetapi mengunakan jack USB internal pada mainboard termasuk pemakaian power diambil dari cable tersebut. Perangkat pada gambar dibawah ini juga dapat diaktifkan sebagai Access Point melalui software driver. Kekuatan alat ini terletak pada antenna, dan memiliki jangkauan sama seperti PCI Wireless adaptor.

Perangkat miniPCI bus untuk WIFI notebook berbentuk card yang ditanamkan didalam case notebook. Berbeda dengan card yang digunakan pada computer dengan PCI interface. PCImini bus adalah slot PCI yang disediakan pada notebook dan pemakai dapat menambahkan perangkat seperti WIFI adaptor didalam sebuah notebook. Umumnya perangkat hardware dengan miniPCI bus tidak dijual secara umum, tetapi model terbaru seperti pada Gigabyte GN-WIAG01 dengan kemampuan WIFI Super G sudah dijual bebas untuk upgrade Wireless adaptor bagi sebuah notebook. Perangkat mini PCI untuk wireless nantinya diberikan 2 buah socket antena dan terhubung dengan antena di sisi layar sebuah notebook. Untuk keterangan dimana perangkat ini dipasang, dapat dilihat pada gambar menginstall Mini PCI bus.
  
  • Penjelasan dan gambarkan fitur layout telematika
 
Pada dasarnya, fitur layout telematika terbagi 6 macam fitur layanan antara lain :

1. Head Up Display System
Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer (kayaknya jaman dulu sampe sekarang teknologi itu dipakai militer dulu baru di kasih ke orang sipil, trus kapan orang sipil bisa punya teknologi?), sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.

2. Tangible User Interface
Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.

3. Computer Vision
Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.

4. Browsing Audio Data
Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut :

a. Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode
identifikasi yang disimpan dalam kamera IP
b. Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name
Server) oleh program aplikasi
c. Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan
IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat
server pribadi
d. Compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk
mendapatkan video / audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server
layanan menangkap video / audio data melalui Internet.

5. Speech Recognition
Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition). Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan (hebat, padahal kalo lagi di dikte sama dosen juga kita bisa ngubah suara jadi tulisan). Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.

6. Speech Synthesis
Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.

Penggambaran Fitur Layout Telematika
 

Sumber :
http://dedesetiawan18.blogspot.com/p/blog-page_3.html
http://ye2couple.wordpress.com/tag/perkembangan-wireless/
http://david-laisina.blogspot.com/2012/01/jelaskan-gambarkan-fitur-layout.html

Thursday, October 23, 2014

Telematika

  • Definisi Telematika

Telematika berasal dari bahasa Prancis yaitu "Telematique" yang berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.

Telematika merupakan gabungan dari telekomunikasi dan informatika. Telekomunikasi (Tele + Komunikasi) yaitu teknik pengiriman atau penyampaian informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Sedangkan informatika (Informasi + Teknologi) adalah ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi.

Maka dapat diambil kesimpulan, telematika adalah sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi jarak jauh, yang menyampaikan infomasi satu arah, maupun timbal balik dengan sistem digital, yang mengacu pada industri yang berhubungan dengan penggunaan komputer dalam sistem telekomunikasi.


  • Media yang digunakan dalam telematika
Media yang digunakan dalam telematika adalah hardware atau perangkat keras yang berguna sebagai pengirim dan penerima data, satelit digunakan sebagai sarana telematika. Satelit komunikasi menerima sinyal yang dipancarkan ke arahnya dari bumi, dan mengirimkannya ke tempat lain seperti komputer, telepon, handphone, smartphone, televisi, radio, jaringan internet, dan Global Positioning System (GPS)

  • Perkembangan telematika sebelum dan setelah internet muncul
1. Periode Rintisan
Aneksasi Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis.Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi.Namun demikian, dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika.

2. Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.

3. Periode Aplikasi
Reformasi yang banyak disalahartikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat denganb mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah.Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millennium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mualai dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.

  •  Harapan kedepan terhadap telematika di Indonesia
 Harapan saya kedepannya adalah semoga telematika di Indonesia semakin berkembang, dan lebih diterapkan lagi di kehidupan sehari-hari. Dengan telematika yang baik, kita juga dapat mengirimkan informasi dengan cepat dan tepat. Dan lebih diperketat oleh pemerintah terhadap penggunaannya, sehingga telematika tidak disalah-gunakan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.
Semoga layanan informasi lebih ditingkatkan, sehingga semua pihak yang menggunakan atau membutuhkan tidak terbebani karena sinyal yang tak stabil, atau harga yang mahal.

--------------
Sumber : 
http://tanyashinta.blogspot.com/2013/09/mengenal-telematika.html
http://yustianpriambodo.wordpress.com/2012/10/17/tugas-i-pengantar-telematika/
http://vadimkherzakov.wordpress.com/2012/10/20/perkembangan-telematika-sebelum-dan-sesudah-internet-muncul/

Saturday, May 31, 2014

Analisis Artikel Dari Bidang Kajian Ilmu Sistem Informasi (Teknologi Informasi)

 Akademisi : Sistem Informasi Komprehensif Penting Bagi Lembaga
 
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sistem informasi komprehensif penting bagi lembaga di Indonesia untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan publik, kata Sekretaris Eksekutif Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Gugup Kismono.

"Namun, masih banyak lembaga yang belum mempersiapkan sistem informasi secara komprehensif, mulai dari perencanaan, pengembangan, dan implementasi," katanya di Yogyakarta, Kamis.

Pada diskusi "Pengelolaan Aspirasi Berbasis TIK untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik", ia mengatakan kondisi itu membuat aktivitas pelayanan publik masih dilakukan secara konvensional, informasi tidak cepat didapat, dan sulit menilai kinerja unit.

"Padahal, peraturan perundang-undangan telah memberikan amanat kepada setiap institusi pelayanan publik untuk memiliki sistem informasi pengelolaan pengaduan agar transparan, akuntabel, dan efisien," katanya.

Ia mengatakan peraturan perundang-undangan itu antara lain Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 38 Tahun 2012 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Publik.

"Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang merupakan institusi pelayanan publik telah merealisasikan amanat UU tersebut," katanya.

Menurut dia, UGM telah menggunakan sebuah sistem informasi pengelolaan aspirasi yang mendukung akses multikanal dengan nama Sistem Informasi Aspirasi Publik (SIAP) UGM.

"Implementasi pengelolaan aspirasi itu penting dalam proses pelayanan berbasis teknologi informasi karena memudahkan koordinasi dan kolaborasi," katanya.

Diskusi "Pengelolaan Aspirasi Berbasis TIK untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik" itu diselenggarakan PT Gamatechno Indonesia.

---------------------------------------------------------------------
1. Topik : pentingnya sistem informasi komprehensif bagi lembaga

2. Tujuan : untuk mempermudah dan mempercepat layanan publik, mempermudah koordinasi dan kolaborasi, serta memiliki sistem informasi pengelolaan pengaduan yang transparan, akuntabel, dan efisien pada sistem informasi suatu lembaga

3. Artikel tersebut berbentuk teks argumentasi, yang isinya menjelaskan kepada pembaca guna, tujuan dan pentingnya sistem informasi yang komprehensif bagi suatu lembaga. Artikel tersebut disertai dengan fakta yang mendukung tujuan dari artikel tersebut.

4. - S1+P1(+O/Pel)(+Ket)
- S1+P1+konjungsi+S2+P2
- S1+P1

a. Sistem informasi komprehensif penting bagi lembaga di Indonesia untuk mempermudah dan mempercepat layanan publik.
b. Masih banyak lembaga yang belum mempersiapkan sistem informasi secara komprehensif.
c. Peratuan perundang-undangan telah memberikan amanat kepada setiap instituso pelayanan publik untuk memiliki sistem informasi pengelolaan pengaduan yang transparan, akuntabel, dan efisien.
d. Universitas Gajah Mada (UGM) adalah salah satu lembaga pendidikan tinggi yang telah merealisasikan amanat UU tersebut.
e. UGM telah menggunakan sistem informasi pengelolaan aspirasi yang mendukung akses multikanal dengan nama Sistem Informasi Aspirasi Publik (SIAP) UGM.

5. Kalimat yang memiliki :
a. Hubungan koordinatif
"Namun, masih banyak lembaga yang belum mempersiapkan sistem informasi secara komprehensif, mulai dari perencanaan, pengembangan, dan implementasi," katanya di Yogyakarta, Kamis.
  b. Hubungan koleratif
"Implementasi pengelolaan aspirasi itu penting dalam proses pelayanan berbasis teknologi informasi karena memudahkan koordinasi dan kolaborasi," katanya.

c. Hubungan subordinat
"Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang merupakan institusi pelayanan publik telah merealisasikan amanat UU tersebut," katanya.

Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/14/03/21/n2r4g0-akademisi-sistem-informasi-komprehensif-penting-bagi-lembaga